Ratu Ilah Nur atau Ratu Nurillah Az-Zahir (1380 M)

Keterangan itu juga terdapat dalam kitab Negara Kertagama tulisan Mpu Prapanca dan buku Hikayat Raja-Raja Pasai. Tidak banyak keterangan yang didapat oleh peneliti tentang masa pemerintahan Ratu Ilah Nur ini. Perempuan Aceh memang luar biasa. Mereka mampu mensejajarkan diri dengan kaum pria.
Bahkan, dalam peperangan pun, yang biasanya dilakukan kaum pria, diterjuni pula. Mereka menjadi komandan, memimpin ribuan laskar di hutan dan digunung-gunung. Para perempuan Aceh berani meminta cerai dari suaminya – bila suaminya berpaling muka kepada Belanda.
Kaum pria Acehpun bersikap sportif. Mereka dengan lapang hati memberikan sebuah jabatan tertinggi dan menjadi anak buahnya. Diantara mereka menjadi amat dikenal bahkan melegenda, seperti Cut Nayk Dien, Laksamana Kumalahayati, dan sebagainya. Beberapa preode, Kerajaan Aceh Besar yang berdaulat, pernah dipimpin oleh perempuan.